Design grafis berbasis 3D merupakan design grafis yang didalamnya terdapat unsur 3D. Unsur 3D itu sendiri merupakan objek yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi. Jadi, perngertian design grafis berbasis 3D merupakan design grafis yang pemodelanya dilakukan berdasarkan 3 titik, yaitu X untuk panjang, Y lebar dan Z tinggi. Titik-titik ini akan membentuk sebuah objek yang terlihat nyata dan dapat dibuat animasinya seusai dengan tahapan pembuatan grafik 3D pada komputer, yaitu:
- Modelling dasar yang membentuk objek.
- Layout yang menampilkan background dan yang lainya serta animasi yang dapat dilakukan oleh objek tersebut, dan
- Rendering untuk memproduksi hasil dari tahap-tahap di atas.
Perkembangan design grafis berbasis 3D dimulai pada awal tahun 60-an dengan model animasi yang menyerupai simulasi fisik. Selanjutnya perkembangan design 3D meliputi:
- 1961: Model simulasi satelit dengan teknologi komputer yang dikembangkan oleh Edward Zarac
- 1963: Douglas Englebert menyajikan sebuah alat untuk menampilkan calligraphic vector pada mouse
- 1972: Penayangan film Westwood sebagai film animasi pertama
- 1976: Dikembangkanya texture dan bump mapping oleh Jin Blinn
- 1982: Pengembangan grafik komputer pada level partikel
- 1995: Diproduksinya Toy Story oleh Pixar sebagai film animasi pertama yang durasinya panjang
- 2000: Ditemukanya teknologi visual interaktif untuk berbagai bidang dan teknologi perangkat keras untuk rendering
Referensi:
- https://niamoraa.wordpress.com/2014/11/15/teknologi-algoritma-desain-grafis-3d/
- http://farisanrachman.blog.widyatama.ac.id/2016/02/21/perkembangan-teknologi-3d-dan-multimedia/
- http://cometiveline.blogspot.co.id/2014/02/pengertian-dan-sejarah-perkembangan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar